Let me talk about : LOVE

Love

Good evening!
So it is about what I feel today. I feel better, rest is the best !!

Akhirnya setelah beberapa postingan yang isinya masalah sakit, sakit dan sakit, we finally got here!
To talk about a joyful one, called “LOVE”.

Why , love?

Cinta itu wajar dan munafik banget kalau kita ga merasakan itu. Kita manusia, kita berinteraksi sama heteroseks, kita punya lawan jenis, that’s why love does exist.

Why is it joyfulness?

Love is about joy. When we talking about love, we talk about joy too. Kamu bakal semangat setiap hari, tersenyum setiap hari, doing something yang berulang-ulang secara berulang-ulang tanpa sadar. Tanpa sadar apa yang ada di otak cuma mikir about HIM, talking about HIM, caring for HIM. Just HIM. And he is the joy’s source.

 

Sometime, I used to say this sentence “stupid one is still doing the useless thing” 
Well, kata-kata ini selalu muncul ketika otakku terlalu penuh mikirin tentang bagaimana dan apa itu LOVE. Useless thing? Sometimes, kepikir juga kalau mikirin masalah percintaan adalah sesuatu yang useless. Karena apa gunanya sekarang suka? Tapi ujungnya kita nikah gak sama dia. Right?

 

But then I realize one thing.

 

Cinta itu ga pernah salah. Manusiawi kita punya perhatian, ketertarikan, rasa sayang, kepedulian dan segala hal yang berhubungan dengan cinta. Seenggaknya, itu menunjukkan bahwa kita bukan orang mati rasa . Dan seenggaknya cinta menyenangkan kita pada masanya.

 

Lalu, pertanyaannya : apa bener selama merasakan cinta yang dirasa cuma bahagia?

Jawabannya tentu aja BIG NO. Cinta emang tentang kebahagiaan, tapi bukan melulu kebahagiaan. Orang yang baik aja akan selalu punya “but”. Demikian juga sama cinta, love is about joyfulness but it is not always about joy.

 

Is sad involved too?

BIG YES . Tentu saja. Cinta ga hanya tentang ketertarikan dan kepedulian yang ga berujung, tapi cinta melibatkan dua pihak. Dan tentu aja dua pihak ini gak semuanya say yes to each other. Kadang ceweknya mau, cowonya gak mau. Sebaliknya cowonya mau, cewenya gak mau.

 

It goes to the complicated one, if there is someone who loves you but you don’t love HIM and you choose to love another person. But THIS MAN “who you fallin in love with” doesn’t know that you love him.

 

The main problem is I’m a girl.

Jadi cewek, gak bisa seenak jidat kayak cowok main ngajak PDKT terus kalo diterima bersyukur kalo ditolak langsung main move on. Jadi cewek, sesuka apapun sama orang cuma bisa nahan dan gak bisa segampang itu nyampein ke si cowok kalau dia suka.

That is the “but” of being in love. It is good, but …
It sucks , isn’t it?
Balik lagi ke main point sebelum kita menyadari “but” yang dimiliki oleh love, sebagai manusia dan sebagai seorang cewek aku gak pernah menyesali percintaan yang aku alami selama hidupku. Ga pernah mulus, ga pernah dua orang deal suka sama suka terus jadi, pacaran cuma sekali seumur hidup dan cuma dalam itungan bulan, it sucks more but I NEVER REGRET of being in love.

 

At least, it gives me happy and joyfulness pada masanya.

That’s the main point of LOVE.

 

note :ok, I’m trying so hard to write down about this topic. 

Hope you read it well.

 

Surabaya, 14 April 2016.

Lala, yang masih mencanangkan program bed rest karena masih vertigo sampe detik ini. Get well as soon as possible for me.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s