Marhaban Ya Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum πŸ™‚

 

Marhaban ya Ramadhan,

Alhamdulillah yah masih diberi kesempatan sama Pemilik Diri buat bertemu kembali sama bulan yang penuh berkah ini. Nah, gimana puasanya temen-temen? Lancar kan ya. Hehehe baru tiga hari, insyaALLAH lancar semua kan ya.

Taqaballallahu minna wa minkum.

Bicara tentang Ramadhan, rasanya gak akan ada habisnya dan pasti ujungnya selalu berkaitan sama berlomba-lomba mendapatkan keberkahan dari amalan-amalan yang kita lakukan. Mumpung masih hari ketiga puasa, yuk dibuat Ramadhan goals nya ! Biar ramadhan nya ga kelewat begitu aja, kan sayang yah. Kalau aku, udah buat dong goalsΒ buat Ramadhan tahun ini. Tapi rahasia yah, mari saling mendoakan aja supaya kita semua bisa istiqomah dalam mencapai goalΒ masing-masing.

 

Sedikit cerita tentang Ramadhan kali ini,

Ini bukan ramadhan biasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Bukan ramadhan bersama keluarga, bukan ramadhan yang berisi tidur sama nonton drama korea, bukan ramadhan yang tiap pagi harus diseret dulu biar bangun pas sahur, bukan ramadhan leyeh-leyeh, bukan juga ramadhan di tempat KP. Ramadhan ini agak luar biasa ya, karena setelah empat tahun akhirnya merasakan lagi Ramadhan di Surabaya. Plus, ramadhan barengΒ deadlineΒ skripsi.

 

Satu hal yang disyukuri, ada banyak sekali hal di semester delapan yang membuatku lebih menyadari makna kehidupan. Menyadari pentingnya untuk memeluk Pemilik Diri, meletakkan satu-satunya harap pada Nya dan tidak menduakanNya dengan apapun maupun siapapun.

 

Beberapa bulan belakangan ini, aku juga banyak belajar tentang pentingnya mempelajari Al-Quran. Bukan cuma untuk dibaca, bukan cuma untuk mencari pahala, tetapi untuk memahami apa yang ada di dalamnya. Satu kata, luar biasa. Banyak sekali secara berulang disebutkan janji dan ancaman, kisah kaum terdahulu, kisah Rasul serta besarnya kekuasaan Allah. Puncaknya, di bulan Ramadhan ini ketika aku mengikuti solat berjamaah di masjid dan mendengarkan ceramah, baru kusadari bahwa semua yang dikatakan oleh Pak Ustadz itu ya berasal dari Al-Quran. Semua ada, dan kalau kita sebagai mahasiswa teknik kimia saja bisa mempelajari mata kuliah-mata kuliah yang memusingkan, Mengapa kita tidak meluangkan sedikit waktu kita untuk memahami Al-Quran? Untuk memahami berbagai pelajaran luar biasa yang kita dapat dari dalamnya.

 

Subhanallah. Secara tak sadar, seringkali kuucapkan kalimat ini ketika membaca arti suatu ayat dalam Al-Quran.

 

Yuk, semoga bermanfaat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s