Past

Mustahil kita bisa menolak masa lalu. Berdoa supaya kita tidak memiliki masa lalu. Berdoa agar kebahagiaan yang kita raih pada masa ini tetap seperti ini, misalnya. Waktu teruslah berputar mengiringi manusia dari awal penciptaan dan menemani kita hingga akhir zaman. Waktu tidak dapat kembali lagi sesuai keinginan kita dan hanya akan terus berjalan ke depan. Meninggalkan masa-masa yang terlewati, yaitu masa lalu. Masa lalu ada karena waktu yang terus-menerus berputar.

Kamu tidak akan mampu menolak ketika tiap sudut ruang tempatmu berada, atau sekedar lewat mungkin, mengajakmu berbicara. Mereka memang tampak diam, tetapi sejatinya mereka berbicara pada kita. Tidak peduli kita meminta atau tidak, mereka tetap dan akan terus berbicara. Berbicara tentang semua kisah hidup yang telah kita lewati dan kita biarkan untuk mereka saksikan. Seperti itulah masa lalu. Kita tidak pernah meminta, tetapi ia selalu ada. Ia hadir dalam kenangan, yang seolah-olah menjadi jelmaan pesan dari masa lalu yang dititipkan pada apapun untuk kita, salah satunya adalah ruang tempat kita berada.

Ada dua jenis masa dalam hidup kita. Masa menyenangkan dan masa menyakitkan. Masa menyenangkan yang dengan mengingat sedikit saja mampu menyunggingkan senyum di bibir kita serta masa menyakitkan yang dengan mengingatnya, bahkan hanya terlintas di benak kita saja, mampu meremukkan hati kita. Meski begitu, masa lalu lebih identik dengan masa menyakitkan yang tidak ingin kita temui lagi. Hal menyakitkan yang tidak bisa kita tolak, tetapi kita inginkan untuk berlalu. Jika perlu menghilang selamanya dari ingatan kita. Tidak ada kenangan. Tidak ada masa lalu yang menyakitkan itu.

Tiap orang pasti memiliki masa lalu. Semua menaruh harapan agar pada masa ini dan masa depan nanti dapat terbebaskan dari masa lalu. Agar mampu melupakan. Itu persamaannya. Yang jadi perbedaan adalah bagaimana kita menyikapi masa lalu kita masing-masing. Kita tahu ia selalu ada, kita tahu beribu pesan selalu ia kirimkan melalui kenangan dan kita tahu bahkan ia dengan kejamnya menyuruh semua ruang yang tampak diam itu untuk berbicara pada kita tentang apa yang sebenarnya ingin kita lupakan.

 

โ€œYou know what is wrong about always searching for answers about something that happened in your past ? It keeps you from looking forward.โ€ ( Ika Natassa dalam Novel The Architecture of Love)

 

Di sini lah letak perbedaannya. Semua orang memang sekuat tenaga ingin melupakan masa lalu. Sebagian besar berambisi untuk meremukkannya, seperti halnya masa lalu itu telah menghancurkan hatinya. Ada sebagian orang yang memilih melupakan, tetapi tanpa sadar terus-menerus mencari jawaban tentang apa yang terjadi di masa lalu. Berandai-andai, seandainya aku begini maka akan begini, seandainya begitu maka akan begitu. Sebagian lain memilih untuk menerima masa lalu itu ada. Berhenti mencari kesalahan dan berandai-andai dan hanya memikirkan bagaimana masa depan. Yang terpenting adalah, bukan kesalahan kita di masa lalu, tetapi bagaimana kita belajar dari masa lalu. Bagaimana kita bangkit dari masa lalu, tersenyum dan menjalani masa depan kita.

Pernah aku berpikir bahwa bahagia dan sakit selalu beriringan. Di belakang bahagia, sakit memeluk. Memeluk kebahagiaan dan memeluk hatiku yang malang. Hingga ia remuk, hancur dan mati. Sebagian orang yang pertama kusebut tadi pasti menyetujui pernyataan ini. Begitupun aku, waktu itu.

Ada satu hal yang terlupakan oleh aku dan sebagian orang yang pertama kusebut tadi, bahwa sakit dan bahagia selalu beriringan. Seperti halnya bahagia dan sakit. Hal ini lah yang terpikirkan pada benak sebagian orang yang kedua kusebutkan dan juga aku yang sekarang. Jika kita mampu belajar dari masa lalu, jika kita benar-benar menerima ia ada dan ingin melupakan maka yang dilakukan adalah mengingat bahwa kisah menyakitkan dalam hidup kita itu membawa sisi baik bagi kita. Banyak. Tidak hanya satu. Dan semua itu sudah kutemukan dan aku bahagia dengan apa yang ada sekarang. Kuharap kalian, sebagian orang yang pertama kusebutkan tadi mampu mengambil sisi lain dari masa lalu. Masa lalu ada, tidak dapat ditolak dan masa lalu mengajarkan banyak hal hanya jika kita memahami ia sebenar-benarnya.

 

*alhamdulillah, bertelur juga setelah lama gak nulis. Good night!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s