Tentang Sayap yang Patah

Bagai burung tanpa sayap, mungkin seperti itu rasanya ketika manusia tidak memiliki inspirasi. don’t ask me how it is like to be a bird without wings cause I’m not a bird and never beunless manusia bisa berevolusi jadi burung ya. Haha, Oke jadi itu tadi cuma perumpamaan aja. Bayangin deh burung tanpa sayap, dia gak bisa terbang, gak bisa kemana pun sesuka hati, gak bisa menikmati hidupnya yang cuma sekali, gak bisa mengejar cinta nya, gak bisa menjelajahi dunia, gak bisa beranak pinak, gak bisa apapun bahkan untuk bermimpi, consider that birds also have dreams. Sama kayak manusia yang gak punya inspirasi, gak bisa nulis sesuka hati, gak bisa menikmati hidup dengan enaknya menulis dan membaca tulisannya sendiri, gak bisa merasakan apa-apa, karena mungkin memang mati rasa, gak bisa mengkhayal bebas, well seenggaknya tanpa inspirasi manusia tetep bisa beranak pinak ya.

Get my point. Bold it. Gak bisa merasakan apa-apa.

Inspirasi itu menurutku kaya cheetah, yang katanya larinya cepet, atau kaya bintang jatuh, yang melesat dalam sekedipan mata, atau kaya kesempatan, yang gak akan datang kedua kalinya ke kita. We should get it whenever it appears, if not, it gone. Inspirasi juga gak bisa dateng sewaktu-waktu. Seperti sekarang ini, ketika aku merasa kehidupanku biasa-biasa saja, bahagia cukup, sedih juga gak, marah apalagi, sejauh apapun aku mencari aku gak akan menemukan inspirasi. Bagiku, inspirasi terbaik selalu ada di saat terbaik, misal ketika kita merasa bahagia luar biasa atau merasa sakit yang begitu menyesakkan. Sometimes, I miss being a very happy one or a very sad one. Bukan apa-apa, karena inspirasiku selalu bebas jatuh layaknya rintik-rintik hujan yang terus berjatuhan waktu hujan turun, tanpa kita minta.

Mungkin? Selalu ada kemungkinan kan? Aku selalu percaya bahwa dalam hidup ini tidak ada kata terlambat untuk semangat. Ini mantra terampuh yang selalu menjadi jawaban di setiap renunganku. Okay, aku ngaku, salah satu kerjaanku kalau lagi nganggur ya merenung. Banyak hal, dan kebanyakan gak pernah menemukan jawaban. Tapi kata-kata itulah yang selalu mengakhiri renunganku dan membuatku bangkit untuk tetap menjalani hari. Mungkin, hal ini berlaku juga untuk inspirasi. Tidak perlu menunggu kebahagiaan luar biasa itu datang, tidak perlu membuat hati merasakan sakit yang menyesakkan, hanya perlu mencoba. Hanya perlu selalu sadar bahwa yang membuat cheetah lari kencang adalah Tuhan, yang membuat bintang jatuh yaitu Tuhan, yang membuat kesempatan datang pada kita yaitu Tuhan. Maka, aku pun tersadar bahwa inspirasi selalu datang dari Tuhan. Medianya, baru lewat perasaan yang sedang kurasakan, apapun itu.

Burung yang sayap nya patah, bukan berarti burung tanpa sayap. Manusia yang sedang tidak memiliki inspirasi, bukan berarti tidak akan pernah lagi memiliki inspirasi. Dengan berlatih, mungkin terjatuh di awal, si burung dengan sayap yang patah akan bisa kembali terbang di udara. Kembali bisa bermimpi. Dengan menuliskan apapun, mungkin aneh, aku juga perlahan mengumpulkan kepingan sayap berisi ideku yang patah supaya aku bisa kembali menikmati hidup dengan menulis. Kapanpun, happy, sad or feel nothing. Pada akhirnya, tulisan ini pun selesai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s