Tak Selamanya Rumah Memiliki Jawaban

Ketika begitu banyak pertanyaan yang melintasi benak kita tak mampu kita jawab, ketika beribu permasalahan kita temui tanpa tahu bagaimana penyelesaiannya, ketika kita tersesat dan tak tahu jalan keluar, ketika kita bersedih hingga rasanya tak lagi memiliki semangat, ketika sakit, ketika lelah, ketika rindu, ketika terbayang akan kedua orang tua kita, ketika itulah rumah menjadi jawaban.

Selama ini, ketika membutuhkan ketenangan hati, penyegaran diri, bahkan mungkin kenyamanan hidup, aku selalu memutuskan untuk pulang ke rumah. Ke depannya, rumah bagiku akan selalu menjadi tujuan ketika aku membutuhkan semacam isi ulang energi. Seperti halnya kendaraan yang tidak pernah bisa lepas dari pom bensin, begitu pula aku, mungkin juga kalian, kita semua tidak pernah bisa lepas dari rumah.

Rumahku, istanaku. Rumah layaknya istana, menjelma menjadi tempat teraman dan ternyaman dibandingkan dengan tempat lain di seluruh penjuru dunia. Sebuah pemikiran polos, di mana ada kedua orang tua kita, orang yang paling menyayangi kita melebihi siapapun di dunia ini, maka bagiku, itu adalah tempat teraman dan ternyaman.

Home is like a magic. Rumah mampu mengubah kita yang sedih menjadi ceria lagi, mengubah kita yang lelah menjadi semangat lagi, mengubah kita yang rindu menjadi penuh dengan kelegaan, mengubah kita yang tak tahu arah menjadi kokoh lagi hanya dengan satu hal, yaitu pulang. Tak hanya itu, rumah juga mampu mendewasakan kita, mendorong kita pada suatu keadaan dimana ia sendiri yang kemudian menyadarkan pada kita bahwa tak selamanya rumah memiliki jawaban.

Tak selamanya rumah memiliki jawaban, bukan begitu?

Ketenangan itu masih ada. Kenyamanan itu masih ada. Keceriaan itu masih ada. Semangat itu masih ia berikan. Rumah tidak pernah berubah, semua masih disediakan dan akan selalu ada di sini. Namun, bukan ketenangan seperti ini yang aku atau pun kalian, kita semua inginkan. Bukan rasa tenang yang tidak menenangkan seperti ini yang sekarang ku harapkan. Bukan rasa tenang yang mengganjal seperti ini. Bukan. Bukan. Bukan. Ada satu hal yang tidak pernah bisa rumah berikan pada kita, yaitu tujuan. Tujuan. Tujuan hidup. Keinginan yang sedang kita kejar.

Rumah tidak akan pernah memiliki jawaban untuk sesuatu yang sedang kita kejar. Jika kita ingin benar-benar memperolehnya sebagai jawaban atas sesuatu yang sedang kita kejar, maka yang harus dilakukan adalah sedikit mengorbankan rasa aman dan nyaman yang akan selalu kita rindukan dari rumah kita. Kemudian menggantikannya dengan usaha. Bagai roda yang berputar, ketika kita telah mencapai tujuan kita, maka kita akan mampu kembali ke rumah. Kembali, dengan perasaan tenang yang menenangkan bukan ketenangan yang mengganjal.

Rumah tak selamanya memiliki jawaban. Tidak ada usaha ataupun tujuan ataupun suatu hal yang sedang kita kejar itu akan kita dapatkan hanya dengan berada di rumah. Rumah hanyalah tempat kita pulang.

*Bapak dan Ibu, ijinkan aku pergi sebentar lagi saja untuk memperoleh ketenangan yang menenangkan bukan yang mengganjal seperti ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s