KAMU MAU JADI APA ?

KAMU MAU JADI APA?

A simple yet very thoughtful question. 

answer it loudly, “MAU JADI INSINYUR!”

 If only I were a kid that innocent, pure, clueless about what’s going on in this scaring world, I would answer proudly just like that. Tapi sekarang, di usia 22 tahun ini, di masa-masa menganggur, masa-masa yang dipikirin cuma dua hal dan gak jauh-jauh dari urusan cari kerja dan ketemu jodoh. Craaap, pertanyaan simple itu WOOF! change into a very thoughtful one.

Talk about this KAMU MAU JADI APA? thing,

Aku dan kalian, khususnya kita kaum wanita, mau gak mau harus facing what we called with kodrat. Sebagai seorang wanita, sudah kodratnya, sudah jalannya, sudah dari penciptaan oleh Nya, inherently stick to us kodrat untuk bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita dan juga istri yang baik untuk suami kita.

Menjadi seorang dengan predikat jobless or unemployed, salah satu kegiatan rutinku, eh daripada tidur loh ya, yaitu nontonin video Kirana, oke let’s just get to the point that she grows up as a smart kid, not to the point that she is cute or pretty girl, but just that smart point.  Anak kecil jaman sekarang itu menurutku semakin jarang ya, yang ditanya apa di jawab, dilarang ini itu nurut, disuruh ini itu mau, pinter macam-macam, ekspresif, perhatian dan well, murah senyum. Biasanya kan anak kecil itu kalau ada kamera dikit gak jauh-jauh dari langsung diem, cuek, emm apa yah pemalu, but this Kirana, di usianya yang masih sangat kecil itu sudah bisa menunjukkan karakter-karakter yang bagus, such as affection, confident and balik lagi that smart point. Mungkin Kirana cuma satu contoh aja, contoh yang terlihat. Mungkin masih banyak anak-anak seperti Kirana di luar sana yang memiliki that smart point.

 

It led me to think and ended up with a new question, 

WHO MAKES THOSE CHILDREN HAVE THAT SMART POINT?

Ibu.

Damn this age 22, damn this jobless thing, damn this stress thinking, damn this whole bored situationI, 22 years old, still afraid of ghosts, darkness, loneliness, takut tokek cicak dan bangsa nya, takut pisang dan berpikir bahwa kebanyakan buah itu disgusting, believing love story happened in novels or movies does exist in real life, manusia paling lemah sedalpro raya, gak bisa ngomong R, gak bisa masak, nyetrika pernah bolong, nyuci males-malesan, dan masih anak emak yang sedikit-sedikit parno, sedikit banyak mulai berpikir tentang menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anakku nantinya. Maksudku, baik dalam arti benar-benar bisa menjadi Madrasah Pertama untuk Anak-Anakku. Bisa selalu ada menemani mereka, mengajarkan mereka berbagai ilmu dan makna kehidupan, menjadi pendengar mereka, menjadi sahabat mereka. Bisa memberikan calon suamiku anak-anak yang cerdas dan juga bermanfaat.  

Lewat tulisanku malam ini, oke sebenarnya ini caption IG yang beberapa hari lalu kekurangan space di sana, aku ingin menyampaikan bahwa being a mother doesn’t mean that we, as a woman, have to stop dreaming. Catching up our dreams and being a mother, a good mother, they just are two different things. Menjadi Ibu yang baik, bukan berarti harus merelakan mimpi kita untuk, misal mempunyai good career path, ataupun menyerah pada goal terbesar kita, misal, sederhana saja, menjadi engineer di oil and gas company. Permasalahannya bukan lagi KAMU MAU JADI APA? tetapi KAMU BISA APA? Bisa kah kamu tetap menjadi Ibu yang baik, yang selalu mendengarkan mereka, yang selalu mengajari mereka, tetapi tetap membanggakan mereka dengan semua pencapaian mimpimu? Bisa kah kamu memegang amanah yang kamu dapat dalam mimpimu itu ketika kamu juga memiliki tanggung jawab lain, yaitu menjadi seorang Ibu? I mean, we, as a woman, we shouldn’t have stop dreaming about our life goals, we do have dreams, just like other people, just like what men do.

And for those men out there, don’t be so rude to your wife or your future wife. Kodrat wanita memang menjadi seorang Ibu dan menuruti perintah suami, but you tooneed to be a good daddy and husband. Suami yang baik adalah mereka yang mau mendengarkan apa yang dipikirkan istrinya, memikirkan apa yang diinginkan istrinya dan mempedulikan hak mereka untuk, salah satunya, bermimpi dan mengejar mimpi. Yah, not only for women, it does exist for men too. That being a good husband and daddy differs from being the one who works and seeks for money.

 

Was it good? Hope It was.

Gnite.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s