Kepada Masa Depanku

Teruntuk pengisi malamku…

Apa kabar kamu di sana?

Semoga baik saja. Itu harapanku, harapan yang selalu kuselipkan dalam doaku.

Pengisi malamku, beberapa hari lalu, dari kutipan novelย yang kubaca, ada sederet kalimat indah yang bunyinya kurang lebih begini “cinta itu tidak untuk ditemukan oleh kita, tapi cinta lah yang akan menemukan kita“. Apa kamu percaya? Aku sedang mencoba untuk mempercayainya. Dan ketika cinta itu nantinya telah menemukan kita, aku berharap kamu lah yang pada akhirnya ada dalam kita, pada aku dan kamuย itu.

Pengisi malamku, maafkan aku belum bisa memperbaiki diri. Aku masih sama seperti aku yang kemarin, masih saja memikirkanmu sampai lupa waktu. Masih saja merasa bahwa waktu yang aku punya selalu saja tak cukup untuk membicarakan tentangmu.Dan masih seperti orang bodoh yang tersenyum saat mengingatmu.

Pengisi malamku, banyak sekali pertanyaan yang masih ku miliki untukmu hingga malam ini. Berapa kali mencoba ingin bertanya, tapi aku terlalu takut. Terlihat seperti sudah ikhlas untuk memeluk semua luka lama, sebenarnya aku masih sering menangis ketika mengingat semua. Sebanyak aku tersenyum saat mengingatnya, nyatanya, sebanyak itu pula aku menangis. Bahkan mungkin, menangis lebih banyak.

Semoga kita dipertemukan cinta itu dalam kondisi terbaik. Dengan aku yang sudah benar-benar memeluk luka itu, dengan aku yang berhenti merengek pertanyaan-pertanyaan padamu dan dengan aku yang menjadi jauh lebih baik dibandingkan hari ini.

Dari Aku, tahun 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s