escaping real life

lari dari kenyataan.

entah demen stres apa emang demen ngacir, gatau juga. tapi kayanya emang demen ngacir deh. dengan modal pengen naik kereta, yang gak lain adalah tempat paling menyenangkan buat merenung, hari ini aku kembali escaping real life.

sekedar melepas penat. membuang pikiran buruk. cari yang adem-adem, terlalu lama tercemar panas Surabaya hehe. dan menutup kenangan lama dengan kenangan baru juga.

Malang itu kota kenangan. Kaya Surabaya. Kaya Jogja. Yah, begitulah. Banyak kenangan yang bisa ditelusuri. Gak sedikit juga yang pengen dibuang. Ah sudahlah biar mengalir. Niatnya kan escaping kenapa mesti facing real life juga si udah sejauh ini.

Aku pengen hidup di desa. Jangan yang terpencil juga si. yang adem, yang jauh dari keramean sama jauh dari godaan dunia. aku pengen. Cuma pengen sih. Sekarang pengennya itu. Gak tau juga kalo cuma kebawa suasana escaping.

Duh kenapa harusnya kan seneng tapi masih ada sedih-sedih begini. Aku ini kenapa. Masih suka ngidam makanan tiba2 tengah malam gini. Dan pengen ketan legenda. Dan nyesel tadi sebelum sampe kosan mbak Putri ndak ngebungkus. Dan mana itu Sekala di Malang ndak ketemu, besok dia udah ke Sby juga aku masih disini. Makin dingin makin ngelantur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s