Cibitung Punya Cerita

“Insya Allah sebelum akhir tahun” atau “Bismillah sebelum Maret”. Manusia boleh berencana, boleh berharap, tetapi semua rencana dan harapan itu pada akhirnya kembali lagi ke Allah. Apakah Allah menyepakati rencana kita, mengabulkan harapan kita, ataukah Allah memilihkan rencana lain untuk kita sehingga kita terus berharap pada Nya. Dan hanya pada Nya.

Tahun baru 2017 sudah berjalan selama dua bulan. Menyambut Maret 2017, rasanya tiap hari waktu berlalu makin cepat saja. Bahkan bulan Ramadhann 2017 saja sudah nampak di depan mata. Meski belum. Jadi, apa kabar kamu selama ini ?

Mudah saja menjawab pertanyaan itu. Aku baik, sangat, jika boleh kubilang. Bukan, bukan berlebihan, tetapi aku hanya merasa bahwa bulan-bulan ini aku sedang berada pada kondisi terbaikku. Aku teringat satu kalimat yang kujadikan motto hidupku yaitu life is a learning process which is process to become a better us. Motto yang awalnya dibuat untuk memenuhi isi resume atau menjawab pertanyaan para interviewer itu lambat laun bukanlah hanya sekedar tulisan saja. Motto itu benar-benar menjelma menjadi pengingatku dalam setiap melakukan segala hal yang ada di hadapanku. Sekarang dan ke depannya.

Aku ingin sedikit berbagi cerita dengan kalian mengenai perjalanan panjangku dalam ujian ini. Iya, daripada stres atau bermalas-malasan, aku lebih suka menganggap perjalanan panjang yang tak lain mencari pekerjaan ini adalah ujian. Sama dengan ujian nasional, ujian sidang pabrik, ujian skripsi, maka menghadapinya kita harus berusaha, dengan keras jika  perlu dan tentunya berdoa.

Seperti halnya ujian yang selama ini dihadapi di bangku pendidikan formal, dalam mencari pekerjaan juga banyak sekali hal yang diujikan. Pertama, kesabaran. Setelah kesabaran, muncul lah pilihan sebagai ujian berikutnya. Ketika kesabaran dan pilihan telah berhasil kita lewati, ujian selanjutnya adalah kekuatan serta keyakinan. Terus, terus dan terus. Tidak satu, tidak pula dua, banyak sekali mata kehidupan yang diujikan dalam perjalanan panjang ini.

Kembali lagi ke motto yang pada awalnya kubuat untuk memenuhi resume yang biasanya dibutuhkan untuk melamar kerja, kenapa hanya ingin menjadi better jika kamu bisa berusaha hingga menjadi the best one?

Bagiku, being the best one is just a stop sign for me to stop learn many things but becoming a better one, it is kinda green light sign to me to always learn many little things. Bukan sekedar membual, bukan sekedar berceloteh, tetapi inilah yang kualami saat ini. Sedikit banyak, memiliki motto hidup, memaknai dan mengamalkannya benar-benar membuatku merasa bijak menyikapi segala persoalan yang ada di hadapanku.

Sedih gak sih La, sudah lewat 5 bulan loh kamu lulus, lalu belum dapat pekerjaan? Sedih. Iya sedih, wajar kok manusia sedih, manusia kan mempunyai perasaan. Terlebih aku ini perempuan yang cukup perasa. Kalau ada orang yang ngediemin aja bakal sakit hati pake banget *nyindir*. Tapi, seperti yang kubilang tadi di awal, ini adalah kondisi terbaikku. Kondisi terbaik dimana semua mata kehidupan yang diujikan itu berubah menjadi satu hal, mengerucut pada sebuah kata penuh makna, ketulusan.

Iya aku sedih. Sedih karena belum bisa memberi kebahagiaan sama kedua orang tua aku, menyenangkan adekku, atau mungkin nyenengin Mas Khisni. Sedih mendengar orang-orang di belakang berucap ah IPK tinggi tapi kok belum dapet kerjaan. Tetapi, itu semua gak ada artinya dibandingkan ketulusan yang akhirnya muncul pada hati aku. Aku tulus mencari pekerjaan, tulus berusaha keras, tulus berdoa dan berharap sama Allah. Tulus untuk mencapai semua mimpi, baik plans or life goals.

Kondisi terbaik juga kurasakan karena ternyata banyak banget hal lain yang bisa kulakukan selagi mencari pekerjaan. Memperbanyak melakukan hobi seperti membaca dan menulis misalnya, menghidupkan jiwaku, mengisinya dengan segala inspirasi. Dan pada akhirnya, otakku kembali berisi hal-hal yang positif.

Intinya begitu, iya begitu, jangan cepat puas yah teruslah haus akan segala hal. Jangan cepat menyerah teruslah berusaha. Jangan berhenti teruslah mengejar. Dan, jangan terburu-buru. Semua pasti, pasti, yakinlah dengan pasti, bahwa usaha dan doa kita sekarang, sedang dalam perjalanan menembus langit ke tujuh, menuju Arsy, lalu lantang berkumandang meminta terkabul oleh Allah.

Dari calon orang Cibitung yang gagal jadi orang Cibitung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s