Remah-remah dari Narogong

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Kamis, tanggal 20 April, aku berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu plant Holcim yang terletak di Narogong, Kab. Bogor, Jawa Barat. Daripada disebut dengan berkunjung, sebenernya lebih tepat disebut dengan memenuhi undangan yang diberikan sama PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. Aku ke sana dalam rangka untuk mengikuti salah satu tahap tes GDP (Graduate Development Program) 2017 yang diadakan oleh Holcim, yaitu tahap tes ketiga yang berupa FGD (Focus Group Discussion). Karena di beberapa tulisan sebelumnya aku sempat menjanjikan buat menulis lengkap tentang tahap-tahap tes kerja secara rinci, yang sayangnya entah kenapa gak sempat-sempat padahal aku sendiri kerjaannya cuma tidur, semoga dengan tulisan ini bisa sedikit membantu teman-teman yang masih buta dalam hal mencari pekerjaan dan sedikit mengurangi dosa aku juga yang gak sempet-sempet memenuhi janji #asikgak?

Nah, di tulisan ku kali ini, aku bakal bagi dalam beberapa sub judul yang di setiap sub judulnya gak akan jauh-jauh dari pengalaman aku kemarin. Sesuai dengan judulnya ya, karena ini remah-remah doang, makanya jangan harap tulisan ini bakal panjang semacam curhatan, but, insya ALLAH tetep worthed to read kok karena dari pengalamanku yang satu ini, aku banyak dapetin lesson learning.

NAROGONG

Yang pertama banget nih, rasanya ga afdol kalau aku gak bahas tentang Narogong. Dimana sih Narogong? Jadi, Holcim sendiri punya empat plant yang letaknya di Lokngha, Aceh ; Cilacap, Jawa Tengah ; Tuban, Jawa Timur dan satu lagi di Narogong, Jawa Barat. Narogong sendiri masuk ke wilayah Kab. Bogor, tepatnya masuk ke kecamatan Cileungsi. Tapi entah apa yang cuma perasaanku aja, atau emang bener, daerah ini rasanya lebih deket ke Bekasi ketimbang ke kota Bogor sendiri. Rupanya nih, dari 4 plant yang kusebut tadi, plant Narogong ini yang kapasitas produksinya paling besar. Mungkin itu juga sih alasan kenapa mereka lebih memilih mengundang kandidat ke plant Narogong dibanding plant lain.

Meskipun Kabupaten, tetep aja masuk Bogor. Tetep aja bener kata temen-temenku yang suka bilang kalo udah sampe di tempat yang angkotnya banyakan, welcome to Bogor. Kemarin itu aku nginep di Cibinong, yang kalau dari google Maps itu masih 20 km an ke Narogong. Well, lumrahnya kawasan industri yang selalu terpinggirkan, dia memang berada di pinggiran banget. Dengan tipikal jalanan kecil, menanjak, berliku dan gak bagus-bagus amat aspalnya, but salut banget lah sama sopir-sopir angkot yang super, tetep bisa nyalip sana-sini meskipun jalanannya banyak berliku, menanjak, belum lagi macet.

Narogong sendiri merupakan kawasan industri. Karena kemarin aku berangkat pagi dan masih ngantuk, aku gak begitu ngamatin jalanan, beberapa perusahaan besar yang ada di sana macem : INDOCEMENT, WIKA BETON, dan tentunya HOLCIM. Dari situ aku nyimpulin, oh berarti banyakan nih perusahaan building materials. Mungkin (?) Kawasannya besar, karena sama-sama pabrik semen, aku merasa kalau INDOCEMENT dan HOLCIM disana dua-duanya gede banget. Efek lama gak liat pabrik mungkin ya jadi begitu atau gimana haha. Untuk transport ke Narogong sendiri, kayanya gak ada masalah, maksudku angkot banyak, kalian juga bisa make grab/gojek/sejenisnya. Untuk macet, well, ya macetnya pas udah masuk Narogong aja (aku dari arah Cibinong), masih bisa dimaklumin lah macetnya. Mungkin yang susah cuma cari penginapannya. Kemarin, pas nanya-nanya sama temen-temen di sana, kebanyakan pada nginep di Cibubur, Cibinong, bahkan ada yang nginep di Bekasi sama Jakarta.

GDP 2017 PT. HOLCIM INDONESIA Tbk

Selanjutnya, aku bakal bahas langsung tentang GDP 2017 HOLCIM. Kalian bisa kunjungin http://www.holcim.co.id/people-jobs/career/graduates/gdp-journey.html untuk tahu tentang program ini ke depannya secara lebih jelas. Sesuai dengan keterangan di website HOLCIM, FGD ini merupakan tahapan ketiga dari serangkaian tes masuk Holcim untuk menjadi GDP 2017. Sebelum lebih lanjut membahas mengenai FGD, aku bakal sedikit berbagi cerita  tentang proses seleksi sebelumnya. Tahap pertama dari seleksi ini adalah layaknya mendaftar perusahaan lain, yaitu mengisi aplikasi secara online untuk kemudian dilakukan seleksi administrasi. Perbedaannya adalah, karena dia multinasional, seperti biasa nya perusahaan multinasional lainnya, banyak sekali data yang harus diisikan termasuk ke dalamnya membuat narasi tentang pengalaman, dan keadaan terberat dalam masa hidup kalian. Yah isi-isi begituan pokoknya 😛 . Peserta yang mendaftar untuk tahap ini adalah sekitar 5000++ orang. Selanjutnya, tahap kedua adalah online testOnline test ini terdiri dari 3 bagian yang meliputi : verbal, numerikal dan terakhir logika. Lembaga yang melakukan proses seleksi adalah pihak ketiga, yaitu KORN FERRY dengan first language yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Jujur aja, bagi aku, online test Holcim cukup berbeda dengan online test perusahaan lain yang pernah aku ikuti, biasanya menggunakan SHL TEST yang mana cukup mudah. Untuk online test dari Korn Ferry ini, tingkatannya di atas SHL, dari segi soal, cara jawab ataupun pilihan jawabannya. Maksudku, gini, biasanya kalau kita mengikuti suatu online test, maka akan ada waktu tertentu untuk menyelesaikan soal. Perbedaan antara Korn Ferry dan SHL adalah, waktu yang diberikan pada SHL adalah untuk kesemua soal tiap bagian (misal verbal 20 menit, numerik 15 menit dll) jadi bisa kita skip-skip ke soal lain kalau memang kita gak bisa ngerjain soal. Sementara pada Korn Ferry, batasan waktu adalah beberapa detik (mungkin 1 menit) per soal dan tanpa bisa skip soal :(. Secara tingkatan soal, mudah susahnya soal, Korn Ferry juga lebih susah dari SHL. Secara pilihan, SHL cuma ngasih 5 pilihan, abcde, tapi Korn Ferry, pilihan bisa lebih dari lima, jawaban yang diminta bisa lebih dari satu. Dan untuk numerikal, pilihan angka jawaban sangat banyak, belum beberapa soal disuruh menambahi dengan kalimat more atau less untuk soal perbandingan hitungan. Suatu keajaiban kayaknya aku bisa lolos kemarin, Alhamdulillah 🙂

Untuk tahap ketiga, yaitu FGD. Pesertanya ada 78 orang, tetapi itu pun gak hadir keseluruhan. Untuk universitas asal, kebanyakan dari UGM, UPN Jogja dan Undip. Ada beberapa dari luar Jawa, macem Palembang dan Aceh. Ini juga tes pertama dimana aku gak nemuin makhluk ITS satupun 😦 Huhu sedih nih apa ITS udah pada dapet kerja semua? *Loh ngeluh kan, gembel deh* Untuk mayoritas jurusan, kayaknya kebanyakan geologi dan teknik kimia. Secara, mereka memang butuh untuk quarries dan concrete. Nah, menurut informasi bakal ada 15 orang yang direkrut jadi pegawai *semoga* . Pada tahap ini, pelaksanaan tes nya sendiri dilakukan di Club House Holcim Academy, tepat bersebelahan sama plant Narogong. Acara dimulai dari pagi, jam 08.00-16.00 (tentunya tetap dengan drama molor seperti biasanya), tetapi masih bisa dimaklumin karena setengah lima aku udah bisa keluar ruangan.

Acara kemarin dimulai dengan registrasi, dan berlanjut ke meet & greet with BOD Holcim sebelum akhirnya tour plant dan FGD itu sendiri. Jadi, FGD nya dilakuin siang hari setelah semua rangkaian acara lain selesai. Menurutku, meski ngantuk, duh Lala mah emang tukang tidur, bener-bener bermanfaat. Kemarin itu ada sekitar 7 orang pembicara, 3 di antaranya tentunya bule :). Acara meet & greet lebih mirip dengan acara diskusi sih menurutku di mana di dalamnya banyak banget bahas values Holcim, produk Holcim dan tentunya pengalaman mereka-mereka yang sudah lama bergabung dengan Holcim. Aku sendiri sangat tertarik dengan Holcim karena bagiku perusahaan ini sangat mengedepankan gimana cara mereka sustain di dunia industri dengan secara nyata melakukan banyak inovasi produk dan solusi tentunya which is a very great one !

Lesson Learning FGD Holcim

Pastinya, yang terakhir, aku bakal menceritakan tentang FGD kemarin. Jadi, dibanding FGD-FGD lain yang pernah aku ikutin, bisa dibilang ini yang paling gak biasa. Kalau Cargill dulu agak gak biasa, maka ini paling gak biasa. FGD kemarin terdiri 9 orang dalam 1 kelompok, yang masih dibagi lagi ke dalam beberapa department : HSE, operation, quality dan people engagement. Okay, gak ngerti lagi deh FGD kemaren haha rasanya failed banget karena goal gak tercapai dan banyak miss understanding.

Jadi gini temen-temen, untuk FGD lain yang pernah ku ikuti, memang biasanya kita akan diberi kertas berisi study case dan biasanya (gak selalu) kertas itu sama antar 1 orang dengan orang lain. Tetapi, FGD kemarin ini beda, sesuai departemen masing-masing, ada beberapa departemen yang diberikan memo yang mana memo itu seharusnya diteruskan ke departemen lainnya. Kesalahan FGD kelompokku kemarin adalah kami hanya fokus membuat solusi dari masing-masing departemen secara terpisah tanpa komunikasi dengan departemen lain. Hasilnya? Presentasi ke BOD after discussion barulah tahu kalau ada memo-memoan haha. Tetapi gak apa-apa, yang penting udah berusaha, sisanya tinggal berdoa 🙂 Untuk FGD sendiri, diskusi dilakukan dalam bahasa campuran terserah mau Indo atau Inggris, tetapi presentasi hasil dalam bahasa Inggris. Yang menjadi BOD untuk diskusi kelompok FGD ku kemarin adalah 1 orang HR bagian sales marketing Holcim yang aku benar-benar lupa nama ibuknya 😦

Di sisa-sisa waktu setelah selesai FGD, sembari menunggu tim lain selesai FGD, aku dan teman-teman satu kelompok mencoba mengajak si ibuk, yang aku lupa namanya, untuk sedikit sharing. Awalnya aku iseng tanya si ibuk ini Holcim apa Korn Ferry, soalnya di antara asesor lain cuma ibuk ini yang tanya, terus salah satu temenku tanya tentang goal dari FGD. Akhirnya si ibuk ini bilang lah pendapat dia tentang FGD kelompok kami kemarin, tentang walaupun kelompok kami salah dalam memahami tugas, tapi ada beberapa nilai yang tetep bisa dilihat dari masing-masing individu saat FGD. Si ibuk juga memberikan nasihat bahwa kalau emang kita kemarin gak lolos, anggap aja ini semua lesson learning experience , semacam training gratis 🙂 Si Ibuk juga bilang bahwa tujuan FGD ya buat cari yang bener-bener cocok dengan posisi yang dibutuhkan, yang tidak terlalu over qualified tapi gak yang diajarin gak paham-paham juga, intinya kamu yang tidak berhasil bukan karena kamu buruk atau jelek atau tidak mampu, tetapi karena emang kamu kurang pas untuk posisi yang dibutuhin #sipgak?

Iya, akhir kata semoga bermanfaat dan tetap semangat 🙂

Bantu doanya ya teman-teman, seminggu lagi pengumuman. Kalau ada pertanyaan, bisa dm via ig 🙂

 

*UPDATED 18/05/17*

2 hari lalu aku dapat email dan sayang sekali I failed. Setahu aku, HOLCIM ngadain fgd lagi untuk batch 2 dan pelaksanaannya adalah hari ini. Beberapa peserta ada yang dm IG aku jadi aku tahu info ini 🙂 . Salam sukses, jobseeker 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Remah-remah dari Narogong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s