Pengalaman, Tips dan Contoh Soal TPA serta Psikotest dalam Tes Kerja

Sebelum memulai bahasan kali ini, terlebih dahulu aku mau mengucapkan terima kasih buat teman-teman yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca blog ini. Terutama sekali buat teman-teman yang membaca tulisanku Remah-remah dari Narogong , yang sudah mau DM via IG untuk berkenalan dan sharing-sharing seputar dunia mencari kerja. Juga buat teman-teman yang sudah mau membaca tulisanku di My Journey as Jobseeker dan Freelance : Menjadi Jobseeker yang Anti Biasa , yang mana aku cantumin link-link tersebut di tulisan ini, jika memang ada dari kalian yang belum sempat membaca. Melihat kebermanfaatan dari tulisan-tulisan sebelumnya, aku memutuskan untuk membuat tulisan yang tentunya masih seputar dunia mencari kerja, yaitu tentang pengalamanku mengikuti tes TPA dan juga psikotest di beberapa perusahaan, baik nasional maupun multinasional, BUMN maupun swasta. Dalam tulisan ini aku juga akan berbagi tips-tips yang membantu aku untuk lolos tes dan gak ketinggalan tentunya link-link contoh soal terkait. Jadi, selamat membaca dan semoga bermanfaat 🙂

Dalam mencari kerja, biasanya, setelah kalian melakukan pendaftaran, baik itu melalui aplikasi secara online di website perusahaan, di situs-situs pencarian kerja, pengiriman berkas via email, ataupun mendaftar secara offline ( ke kantor perusahaan bersangkutan, pengiriman via pos ataupun jobfair), selanjutnya kalian akan mendapatkan undangan pertama untuk menghadiri seleksi tahap pertama, yaitu Tes TPA ( Tes Potensi Akademik). Biasanya, tidak semua pendaftar diundang untuk mengikuti tes ini, hanya mereka yang lolos seleksi administrasi dan berkas (CV/Ijazah/Transkrip dan beberapa ada yang meminta TOEFL) lah yang diundang untuk mengikuti tes. Namun, ada juga beberapa perusahaan yang mengundang seluruh pendaftar untuk mengikuti tes (biasanya jika pendaftar tidak terlalu banyak seperti pada jobfair). Ada beberapa model tes TPA. Biasanya, TPA ini dilakukan secara offline dan dibarengi juga dengan Tes Psikologi Lengkap. Beberapa perusahaan pun ada yang memilih untuk melakukan tahapan tes ini secara online, yang artinya kita hanya cukup duduk di depan laptop di kamar kita untuk mengerjakan soal-soal yang telah diberikan.

TES POTENSI AKADEMIK DAN TES PSIKOLOGI LENGKAP

Bagi orang awam, seperti halnya aku ketika pertama kali melamar kerja, aku tidak begitu mengetahui perbedaan di antara kedua tes ini. Lama-lama, karena saking seringnya ikut, aku pun menjadi tahu perbedaan dari keduanya dan tentunya kalian gak usah bingung-bingung karena aku bakal jelasin perbedaan keduanya sama kalian. Jadi, tes potensi akademik ini mirip-mirip dengan tes IQ, yang seringnya dibagi menjadi beberapa sub tes seperti : numerikal, verbal, dan spatial (gambar). Oke, bagi sebagian besar orang pasti sudah pernah mengikuti tes IQ ketika duduk di bangku sekolah, soal nya pun tidak jauh berbeda dengan itu. Untuk numerikal, soal-soal terkait angka dengan beberapa tipe, yang paling sering adalah soal cerita matematika sederhana dan juga deret angka. Untuk verbal, soal-soal yang ada biasanya berupa mengisi pertanyaan seputar informasi, padan kata, pengelompokkan kata, lawan kata, bahkan ada beberapa tentang penarikan kesimpulan. Untuk spatial sendiri, biasanya berupa gambar berpola, gambar diputar-putar, rangka gambar dan lain sebagainya. Di sini, aku bakal bagi contoh soal yang sering keluar, terutama buat kalian yang lulusan ITS, dan mengikuti tes di SAC, soal TPA nya gak jauh-jauh dari ini kok : Contoh Soal TPA . Untuk tipe soal lain, kalian bisa banget googling karena di sana bakal banyak banget muncul soal untuk kalian pelajari sebagai bekal persiapan tes.

Berikutnya, tentang Tes Psikologi Lengkap. Nah, kenapa lengkap? Ada juga yang menyebut dengan Tes Psikologi Tertulis. Intinya sama saja. Keduanya mengacu sama tes psikologi yang dilakukan secara tertulis. Tipe-tipe soal nya adalah memilih 1 di antara 2 pernyataan yang mewakili diri kita, memilih 1 dari 4 pilihan yang paling dan paling tidak menggambarkan diri kita, tes wartegg (berupa menggambar dalam 8 kotak dengan cara menghubungkan gambar-gambar awal yang sudah tersedia dalam kotak), tes menggambar manusia lengkap dan tes menggambar pohon. Intinya, tes ini lebih mirip tes kepribadian untuk mengetahui apakah kita cocok ataukah tidak secara psikologis dengan posisi yang kita lamar. Untuk tes memilih pernyataan dan tes gambar, banyak sekali referensi mulai dari buku hingga online yang bisa kalian pilih dan pelajari. Oleh karena itu, aku tidak akan membahas lebih lanjut tentang keduanya. Sementara itu, disini aku akan berbagi tentang sub tes lain yang ada ketika kita mengikuti tes TPA dan tes Psikologi Lengkap. Apa itu? Silahkan simak lanjutannya, tetap di halaman tulisan ini 🙂

TES KRAEPELIN DAN PAULI

Another sub test yang seringkali ada ketika kita mengikuti tes TPA dan tes Psikologi Lengkap. Apa sih sebenernya kraepelin dan pauli? Emang beda ya? Hahaha. Oke, jadi keduanya sama-sama tes yang berkaitan dengan sederetan angka yang harus kita jumlahkan. Mungkin, kalian asing dengan kedua nama ini dan lebih mengenalnya dengan istilah tes koran. Kenapa koran? Karena memang kertasnya udah segede lembaran kertas koran yang berisi deretan angka-angka saja yang harus kita jumlahkan sesuai instruksi. Terus, kalau ditanya tentang perbedaan di antara keduanya, jawabannya adalah, iya beda. Untuk pauli sendiri biasanya dilakukan selama hampir 1 jam (tidak sempat melihat jam selama tes, tapi aku merasa selama itu, mungkin kalian bisa koreksi). Dalam tes pauli, deretan angka dijumlahkan secara berurutan dari atas ke bawah dengan aba-aba mulai, garis, dan selesai. Jadi, selama waktu tes, kita hanya mengerjakan penjumlahan sederetan angka, memberi garis di bawah angka jawaban ketika diinstruksikan dan yang terakhir berhenti mengerjakan ketika diberi aba-aba selesai. Sementara itu, untuk kraepelin sendiri, waktunya cenderung lebih sebentar dibanding pauli, 1 halaman kertas berisi beberapa baris deret angka, yang mana kita harus menjumlahkan 2 angka berdekatan dari bawah ke atas. Aba-aba yang digunakan meliputi mulai, pindah dan selesai. Dimana aba-aba pindah mengartikan kita harus berpindah ke baris deret di sebelah kanan baris deret yang sedang kita kerjakan. Dari pada ngomong mulu, ini aku kasih contoh lembar kerja baik pauli dan kraepelin yang bisa kalian dapetin dari google, tentunya 😛

Download Contoh Soal Tes Kraepelin

Kalau aku sih, daripada googling, lebih memilih membuat lembar kerja pauli dan kraepelin sendiri dengan menggunakan Ms. Word. Berikut langkah-langkah yang bisa kalian lakukan untuk voila ! bikin lembar kerja kalian sendiri sebanyak yang kalian perluin untuk latihan :

2017-05-19-13-08-19

2017-05-19-13-08-44.jpg

Gampang kan langkahnya ? O, ya, langkah-langkah itu aku dapetin dari buku Master Book Psikotes Gambar oleh Tim Garuda Eduka, bisa didapetin di toko buku terdekat dengan harga di bawah 100 ribu (kisaran 80 sepertinya). Semoga membantu ya 🙂

PENGALAMAN DAN TIPS

Mungkin aku sudah sering bilang di tulisan lain kalau aku sudah hampir 1 tahun menganggur. Untuk daftar perusahaan yang pernah aku ikuti tesnya pun sudah lengkap di bahas di tulisan-tulisan sebelumnya (buka link di awal halaman tulisan isi). Aku sendiri sampai lupa berapa kali aku sudah mengikuti tes TPA dan psikologi lengkap. Hampir semua tes yang aku ikuti, alhamdulillah aku lolos untuk tahap ini. Nah, pengalamanku mengikuti tes TPA maupun psikologi lengkap, memang seringnya offline dan pelaksanaannya bisa seharian full dari pagi sampai siang hari menjelang sore. Jadi, cukup melelahkan meskipun yang dikerjakan soal-soal ringan dan tidak sukar. Beberapa perusahaan, biasanya mereka yang multinasional, lebih memilih tahapan ini dilakukan secara online, bisa menggunakan layanan pihak ketiga baik dari SHL, Korn Ferry, atau pihak-pihak lain penyedia jasa rekrutmen. Pada dasarnya, keduanya, baik offline dan online adalah sama, sama-sama mengukur kemampuan kita untuk cepat dan tepat dalam menyelesaikan sesuatu persoalan serta mengetahui kepribadian kita secara psikologi. Bedanya, kalau offline cenderung memiliki bobot soal mudah tapi banyak dan tentunya menguras waktu serta tenaga, sementara online cenderung memiliki bobot soal sukar, tetapi waktunya singkat saja. Tidak lama-lama dari 1 jam.

Karena sudah sebanyak ini, akhir tulisan, aku ingin berbagi tips sama temen-temen semua supaya bisa lolos tes TPA dan psikotes lengkap ini. Pertama sih, cukupin istirahat, terutama buat yang pelaksanaan tesnya offline, lalu menyempatkan sarapan sebelum tes, dan yang terakhir adalah gak usah mikir ribet waktu ngerjain! Kalau bisa, kerjain cepet, jangan kebanyakan mikir, kalau kira-kira susah, tinggalin aja dulu dan kerjain soal lain yang menurut kalian lebih mudah. Buat verbal dan spatial, mungkin kalian bisa banyakin latihan dari buku-buku atau soal online, tapi kalau males ya gapapa sih banyakin berdoa aja supaya otaknya gak bebel waktu ngerjain. Kalau aku pribadi, sekarang ini aku cuma persiapin buat numerik nya aja, karena lama nggak ketemu angka, sepinter apapun kita, semudah apapun soal kita, pasti lebih cepet kalau sudah terbiasa. Aku lebih suka latihan mengerjakan pauli/kraepelin sehari sebelum tes sehingga paling gak otak aku jadi lebih siap dan lebih cepat memproses perhitungan. Itu aja tips nya 🙂 . Usaha semaksimal mungkin, berdoa segakputus-putusnya yang kamu bisa.

Semoga bisa membantu teman-teman 🙂 . Jika dirasa bermanfaat, ada kritik, komen, saran atau sharing, pendapat, pengalaman yang mau ditambahkan, bisa banget klik add comment di bawah ini ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s