READ POST

Mengecap Manisnya Iman

29 hari telah berlalu. Seperti biasa, sang waktu selalu cepat memutar jarum penunjuknya hingga hari-hari penuh berkah itu kini hanya tertinggal di belakang kita. Bertemankan kenangan, tertumpuk rapi di dalam memori sebagai sesuatu yang akan selalu dirindukan bersama juga ramadhan-ramadhan tahun-tahun yang lalu. Ah, tak apa. Aku rela engkau menjadi yang dirindukan, karena dengan itu aku selalu bisa merasakan rindu dalam menunggu, merasakan kegembiraan ketika menyambut dan merasakan sedih ketika terpisah (hanya untuk berharap bisa bertemu kembali. AMIN).

Continue reading “Mengecap Manisnya Iman”

Aku takut gelap

Selain tokek, cicak dan bangsanya, juga selain pisang, selain setan, selain maling, selain banci, aku juga takut sama gelap.

Aku banyak takut nya yah?

Ah sudahlah, cuma gatal menulis.

Gimana temen2 puasanya ?

Semoga tetep istiqomah ya menjalankan segala amal ibadah. Amin.

Ini adalah Ramadhan Terakhir(ku)

Judul tulisan malam ini terinspirasi dari Pak Ustadz yang malam ini mengisi kultum di masjid tempat aku mengikuti solat tarawih, yang entah bernama siapa. Terima kasih Pak Ustadz buat inspirasinya. Marhaban Ya Ramadhan. Bulan yang sudah lama ditunggu-tunggu, bulan yang begitu dirindukan oleh kita semua, akhirnya datang juga. YEAYYYYY #soraksoraibergembira. Eits, seneng boleh, heboh boleh, sorak-sorai mau nari-nari juga boleh. Tapi, apa nih yang udah temen-temen persiapkan buat menyambut bulan suci penuh berkah ini? Bulan, dimana Al-Qur’an turun, dimana pahala dilipatkan 10 kali lipat, dimana ibadahnya, yaitu puasa pahalanya adalah bagi Allah, bulan yang semua manusia berlomba-lomba datang ke masjid dan memenuhi barisan-barisan jamaah di masjid.Β Rasanya bakal sayang banget kan kalau bulan ini dilewatin begitu saja tanpa persiapan apapun. Yuk, intip persiapan ku menyambut bulan Ramadhan!

Continue reading “Ini adalah Ramadhan Terakhir(ku)”