Sunset Behind Me

Aku suka senja. Bukankah sudah kukatakan tentang hal itu berulang kali padamu?

Continue reading “Sunset Behind Me”

Advertisements

Mengecap Manisnya Iman

29 hari telah berlalu. Seperti biasa, sang waktu selalu cepat memutar jarum penunjuknya hingga hari-hari penuh berkah itu kini hanya tertinggal di belakang kita. Bertemankan kenangan, tertumpuk rapi di dalam memori sebagai sesuatu yang akan selalu dirindukan bersama juga ramadhan-ramadhan tahun-tahun yang lalu. Ah, tak apa. Aku rela engkau menjadi yang dirindukan, karena dengan itu aku selalu bisa merasakan rindu dalam menunggu, merasakan kegembiraan ketika menyambut dan merasakan sedih ketika terpisah (hanya untuk berharap bisa bertemu kembali. AMIN).

Continue reading “Mengecap Manisnya Iman”