Menolak Sedih

Sedih ataupun bahagia itu wajar saja. Keduanya sama-sama ada, diadakan, diciptakan oleh kita, manusia, si perasa. Meski wajar untuk dirasakan, aku menolak sedih. Dari pada sedih, aku lebih memilih bersembunyi. Ku ingin sembunyi, biar jauh dari keramaian, biar sepi, biar hati dan pikiran hanya memikirkanmu, biar rindu ini semakin memuncak.

Lala, yang selalu ingin seperti Pak Sapardi.

Advertisements