Menolak Sedih

Sedih ataupun bahagia itu wajar saja. Keduanya sama-sama ada, diadakan, diciptakan oleh kita, manusia, si perasa. Meski wajar untuk dirasakan, aku menolak sedih. Dari pada sedih, aku lebih memilih bersembunyi. Ku ingin sembunyi, biar jauh dari keramaian, biar sepi, biar hati dan pikiran hanya memikirkanmu, biar rindu ini semakin memuncak.

Lala, yang selalu ingin seperti Pak Sapardi.

Advertisements

Berharap

Semakin di kejar, justru semakin ingin aku mengejar mu. Bukannya malah berhenti dan menyerah. Bukannya berbalik dan menerima. Aku hanya ingin terus berharap. Berharap itu menyenangkan. Dan kamulah harapanku.

Lala, yang masih ingin menjadi seperti Pak Sapardi.